Kode-kode Pada Lensa SIGMA

Sebagai produsen third-party, lensa Sigma telah mendapatkan lebih banyak peminat dan lebih populer dalam beberapa tahun terakhir. Berkat beberapa lensanya yang benar-benar menggunakan optik kelas profesional seperti Sigma 35mm f/1.4 HSM Art misalnya. Sama dengan produsen lainnya, dalam hal penamaan fitur lensa, Sigma menggunakan sebutan yang berbeda untuk berbagai teknologi yang digunakan ke dalam lensa mereka. Pada artikel ini, saya hanya menulis singkatan atau kode lensa Sigma yang dianggap paling penting untuk diketahui penggunanya. Untungnya kode-kode ini tidak terlalu banyak meskipun faktanya Sigma memiliki lensa yang banyak menduduki deretan lensa populer.
§     C (Contemporary) - lini produk ini sebagian besar terdiri dari lensa zoom dengan aperture variabel untuk penggunaan umum. Contohnya lensa zoom dan tele standar untuk kamera APS-C seperti Sigma 18-200mm f/3.5-6.3 OS HSM Macro C.
§     A (Art) - Anda akan menemukan semua lensa prime Sigma tercepat dalam lini produk ini. Sigma mengatakan bahwa lineup Sigma kelas "Art" dirancang dengan fokus yang memiliki kinerja optik canggih dan kekuatan ekspresif berlimpah. Beberapa lensa zoom wide, macro, fisheye dan lensa aperture cepat milik Sigma juga akan masuk dalam kategori ini. Contohnya adalah lensa zoom wide Sigma 18-35mm f/1.8 HSM A.
§     S (Sport) - seperti namanya, lini produk ini adalah kategori untuk lensa prime tele atau zoom tele yang dirancang untuk fotografi olahraga (sport) dan satwa liar (wildlife). Semoga saja lensa ini tidak hanya mahal tapi juga memiliki pengaturan aperture maksimum relatif cepat.

§     EX - ini kategori lensa tua Sigma kelas atas, yang dinilai setara lensa seri L milik Canon dan seri Gold Ring milik Nikon. Saat ini sigma tidak lagi menggunakan EX pada produk terbaru mereka. Meskipun Anda masih bisa menemukan lensa EX baru atau bekas di pasaran, namun kita tidak akan melihat produk terbaru Sigma dalam lineup EX, atau kata lain kategori ini tidak akan ada lagi, melainkan tiga kategori di atas.
§     DG - kode lensa Sigma untuk digunakan pada kamera DSLR format Full-Frame.
§     DC - kode lensa Sigma yang dirancang untuk kamera DLSR format APS-C.
§     DN - kode lensa Sigma yang dirancang untuk kamera sistem Mirrorless. Saat ini Sigma belum merilis lensa untuk Mirrorless format Full-Frame (Sony Duo misalnya), sehingga belum jelas apakah optik tersebut akan memiliki sebutan sendiri (sangat mungkin) atau menjadi bagian dari seri DN atau seri DG.
§     HSM - singkatan dari Hyper Sonic Motor, adalah motor AF milik Sigma yang dinilai setara dengan teknologi Canon USM dan Nikon SWM. HSM merupakan jenis motor ultrasonic yang menggunakan ring / cincin dan dirancang untuk kinerja fokus yang lebih cepat dan tenang (silent).
§     OS - singkatan dari Optical Image Stabilization yaitu teknologi optik anti getar yang berfungsi mereduksi getaran untuk pengambilan gambar yang stabil. Pada dasarnya fungsi teknologi ini mirip dengan IS pada Canon, VR pada Nikon dan VC pada Tamron.
§     ASP (Aspherical) - lensa dengan kode ini memiliki elemen kaca aspherical dalam desain optik lensa tersebut.
§     APO (Apochromatic) - lensa apochromatic dirancang untuk memperbaiki Chromatic Abberation dan juga efektif untuk berbagai macam penyimpangan lainnya. Pada dasarnya lensa apochromatic memiliki elemen fluorite luar biasa dan tidak sama sekali memiliki penyimpangan chromatic. Menurut Sigma, lensa APO mereka adalah jenis lensa telephoto dan telezoom, yang menggunakan desain optik khusus dan bahan optik SLD atau kaca ELD. Kedua material tersebut untuk meningkatkan kinerja lensa APO. Hasilnya pada gambar memiliki kontras yang lebih besar, kualitas ketajaman dan warna lebih dari apa yang dihasilkan oleh lensa non-APO. 
§     RF - singkatan dari Rear Focusing, yang berarti ketika lensa Sigma RF melakukan fokus, hanya beberapa elemen di belakang pisau aperture yang bergerak dan bukannya semua elemen. Mekanisme tersebut berpotensial untuk operasi AF yang lebih cepat dan elemen depan yang tidak berputar.
§     IF - singkatan dari Internal Focusing yang bekerja mirip dengan RF, tetapi dalam kasus ini hanya beberapa elemen optik di depan aperture yang bergerak selama fokus bekerja, dan bukan semua elemen. Pada lensa Sigma IF ini, ukuran lensa akan tetap konstan tetapi focal length mungkin akan sedikit berubah saat Anda melakukan fokus.
§     SLD - singkatan dari Special Low Dispersion, yaitu elemen kaca khusus yang juga dirancang untuk meminimalkan penyimpangan chromatic.
§     ELD - singkatan dari Extraordinary Low Dispersion, yaitu elemen kaca yang fungsinya sama dengan SLD. Menggunakan nama "Luar Biasa", diharapkan elemen ini harus bisa melakukan penanganan yang lebih baik lagi daripada SLD.
§     FLD - singkatan dari F Low Dispersion, yaitu sebuah elemen dibawah kualitas SLD dan ELD. Menurut Sigma ini adalah elemen dengan tingkat dispersi tertinggi yang menggunakan kaca kualitas rendah, dengan transmisi cahaya yang sangat tinggi. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, elemen ini membutuhkan sebuah elemen fluorite (itulah yang dimaksud oleh kode "F"), tetapi harga lensa FLD jauh lebih murah.
§     TSC - singkatan dari Thermally Stable Composite, adalah material khusus yang memadukan kualitas polycarbonate dan logam, untuk digunakan dalam pembuatan beberapa lensa Sigma. Menurut Sigma sendiri, TSC menawarkan elastisitas 25% lebih besar dari polycarbonate. Sejak berkurangnya termal, TSC cocok dengan baik dengan material logam, yang memberikan kontribusi bagi perakitan lensa Sigma presisi tinggi.
§     MACRO - lensa Sigma yang benar-benar makro dirancang untuk memberikan pembesaran yang baik pada jarak fokus minimum yang relatif singkat. Salah satu lensa makro Sigma yang sangat populer dan diakui kehebatannya adalah Sigma 150mm f/2.8 OS HSM. Tapi ingat, Anda harus teliti menganalisa beberapa lensa Sigma yang tertera label "macro" tapi faktanya jauh dari rasio pembesaran 1:1. Karena selama bertahun-tahun label makro yang digunakan Sigma bahkan pada lensa zoomnya yang pelit hanya bisa fokus sedikit lebih dekat daripada yang diharapkan. Hal semacam itu bahkan dilakukan juga oleh produsen third-party lainnya sebagai upaya untuk memikat pembeli yang kurang berpengetahuan, seperti terkecok pada angka megapixels. Jadi jika Anda berniat membeli lensa makro Sigma atau dari produsen third-party lainnya, pastikan Anda membaca dengan teliti keterangan lensa. Sebuah lensa makro harus mampu melakukan pembesaran 1:1.

§     Fisheye (Diagonal, Circular) - saya yakin tidak banyak penjelasan yang diperlukan dalam hal ini. lensa fisheye memberikan sudut pandang yang sangat luas (umumnya 180 derajat) dengan distorsi khas dan sangat kuat. Lensa fisheye Diagonal menutupi seluruh frame, sementara lensa fisheye Circular menghasilkan gambar lingkaran di dalam frame.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Crop Factor? Dan Bagaimana Cara menghitungnya?

Mode Exposure Auto, P, S, A, M Pada Kamera

Mengenal Fungsi AF MODE Pada Kamera CANON dan NIKON