Jauhi Kebiasaan Buruk Fotografer Ini (Bagian 2)
1. Tidak mau bergabung
dengan komunitas
Seseorang tentu punya alasannya tersendiri jika tak mau bergabung
dengan komunitas. Namun yang harus kamu ingat, komunitas fotografi adalah salah
satu cara meningkatkan kemampuan kamu secara mudah dan cepat.
Dengan berbagi bersama sesama teman fotografer, tentu kamu bisa
lebih mahir menguasai peralatan atau teknik-teknik fotografi lainnya.
2. Terlalu
fokus mengedit foto
Editing memang menyita waktu yang tidak sedikit. Tapi ingat,
jangan sampai kamu terlalu fokus dalam editing nantinya, editing yang natural
jauh lebih menarik ketimbang kamu menambahkan berbagai metode yang njelimet
itu..
3. Tak mau memotret
dengan RAW karena repot mengedit
Nah ini mungkin kebalikan yang poin sebelumnya, ada beberapa
fotografer yang gara-gara tak mau repot mengedit, jadi dia malas menggunakan
file RAW.
Padahal dengan file RAW dia bisa mendapatkan
kualitas yang jauh lebih baik.
Untuk hal ini mungkin ada beberapa pengecualian, contohnya jika
memang kamu tak memiliki software untuk mengolah file RAW (Photoshop atau
Lightroom etc), atau kamu memotret dan ingin langsung dishare ke medsos
misalnya.
4. Tak fokus pada satu
jenis fotografi
Oke, tadi sudah diutarakan bahwa kita harus giat juga mempelajari
hal baru, termasuk berbagai genre fotografi. Tapi… jangan kebablasan.
Ada beberapa orang yang semangat memotretnya musiman, waktu
teman-teman senang foto model, dia ikut-ikutan motret model, eh waktu foto
makro populer, lagi-lagi dia berpindah memotret makro demikian terus jika ada
hal baru yang diketahuinya.
Ini memang bukan hal yang salah, hanya saja akan menjadikan kamu
tidak efektif. Kebanyakan fotografer terkenal semuanya fokus pada satu genre
fotografi kemudian menguasainya luar dalam.
Untuk menentukannya tentu kamu bisa mulai bertanya, jenis
fotografi apa yang paling kamu sukai, atau sederhanakan dengan mencari tahu
objek yang paling banyak atau paling suka kamu foto apa.
5. Jarang memotret
Oke, yang ini sering dilakukan fotografer (atau
mengaku fotografer?) dan malah jadi faktor utama mengapa skill memotret
seseorang tidak berkembang.
Pasti kamu tahu ungkapan “bisa karena terbiasa”, hal serupa juga
dalam memotret, berharap jago memotret jika kameranya lebih banyak
mangkal di tas kamera atau drybox? Wah kayaknya jangan banyak berharap
deh, takutnya malah PHP haha.

Komentar
Posting Komentar